🫏 Gantungkan Harapan Hanya Kepada Allah
kajianal-qur`an dan tafsir di perguruan tinggi keagamaan islam: perspektif integrasi ilmu dan berbagai wacana pendekatan
BELAJARmenggantungkan segala harap kepada Allah adalah sikap hati yang perlu dilatih, dan ini adalah latihan yang tidak mudah. Sebab kebanyakan dari kita terbiasa lebih suka membawa bawa beban itu kemana mana, dan menggantungkan harapan kepada makhluk. Kebanyakan dari kita belumlah terlatih untuk langsung mengandalkan pertolongan Allah.
Selamatdatang saya ucapkan kepada anda yang sedang view blog saya ini. Semoga berada dalam keredhaan Allah.Teruskan melayari laman saya ini. Selepas itu,tinggalkan komen anda.(",)
GantunglahHarapan Hanya Kepada Allah . by Admin-April 16, 2018. 0. GANTUNGLAH HARAPAN HANYA KEPADA ALLAH. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menuturkan:
Jangantakut untuk meminta kepada Allah, jangankan tentang apa yang kamu inginkan, sesuatu yang sulit diungkapkannya pun Allah sudah mengetahuinya. Langsung ke konten. Beranda » Featured » Apapun Harapanmu Gantungkan Kepada Allah, Karena Allah Tidak Akan Pernah Mengecewakanmu. Featured .
GantungkanHarapanmu Hanya Kepada Allah Setiap asa dan harapan yang ditujukan kepada mahluk, maka hanya berujung kekecewaan dan penyesalan. Bila anda berfikir logis kenapa juga harus bergantung óľ©đꑬBOGOR BAGEURđź‘óľ© | 󾬙Gantungkan Harapanmu Hanya Kepada Allah
Yehuwa], Dialah Allah [yang benar, NW]!" (18:37, 39) Kebinasaan bagi nabi-nabi Baal! Elia sendiri menangani pembantaian mereka, sehingga tidak ada seorang pun yang luput. Kemudian Yehuwa memberikan hujan, mengakhiri kekeringan di Israel. 20. (a) Bagaimana Yehuwa menyatakan diri kepada Elia di Horeb, dan petunjuk serta hiburan apa yang Ia
Doaagar kita dikurniakan kesihatan yang baik juga termasuk dalam permintaan harian kepada Allah SWT.\/p> Allah SWT menjelaskan Dia tidak akan sesekali menghampakan permohonan dan harapan setiap hamba-Nya. Selagi hamba-Nya itu mengakui hanya Dia yang selayaknya diimani, selagi itu pintu rahmat Allah terbuka luas untuknya.
KataMutiara 11 : "Hubungkan semua urusan hanya pada Allah agar semua yang susah menjadi mudah; semua urusan berkah, berkah, berkah" -anonim-
.
Lanjut ke konten sururudin's Weblog Tiada hari tanpa Berita Gantunglah Harapan Hanya Kepada Allah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menuturkan “Jika engkau masih merasa takut dan berharap pada manusia, maka dia menjadi tuhanmu. Jika engkau masih menghadapkan hatimu pada harta dunia, maka engkau adalah budaknya, dan dia menjadi tuhanmu. Tak ada cinta yang paling abadi, kecuali cinta seorang hamba kepada Allah. Seorang pencinta tak akan meninggalkan kekasihnya, baik saat suka maupun saat derita. Wahai orang yang mengadukan musibahnya kepada makhluk, tanyalah dirimu, apakah pengaduanmu kepada makhluk berguna bagimu? Sesungguhnya semua makhluk tidaklah ada gunanya bagimu; tidak juga membahayakanmu. Jika engkau bergantung kepada makhluk seraya menyekutukan Allah, niscaya mereka akan menjauhkan dirimu dari jalan al-Haq, yakni jalan menuju Allah. Karena sebaliknya, mereka akan menjurumuskanmu ke dalam murka Allah dan menghalangimu dari curahan rahmat Allah. Wahai orang bodoh yang mengharapkan ilmu, hendaklah engkau menyadari bahwa termasuk kebodohan jika mencari dunia bukan dari Rabb sebagai Pemiliknya. Juga merupakan suatu kebodohan jika engkau mencari keselamatan dari bencana yang menimpamu dengan cara mengadukan harapan kepada makhluk.” Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Fath Ar-Rabbani wal-Faidh AR-Rahman. Navigasi pos
Giat bekerja atau berusaha. Foto istimewa Oleh Ahmad Fuad Effendi Jika kamu telah selesai melakukan suatu pekerjaan, maka lakukanlah pekerjaan lain dengan sungguh-sungguh. Dan hanya kepada Tuhanmu lah hendaknya kamu berharap. Asy-Syarh 7-8 - Tema pokok dari surat Asy-Syarh adalah penguatan kepada Rasulullah SAW agar tetap tegar dalam menjalankan misi dakwah Islam, meskipun tantangan yang dihadapinya sangatlah berat. Penguatan itu diberikan dengan mengingatkan betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada beliau. “Bukankah telah Kami lapangkan dadamu, dan Kami ringankan beban yang memberatkan pundakmu, dan telah Kami tinggikan sebutan namamu…” Asy-Syarh 1-4. Kemudian Allah menegaskan salah satu kaidah atau hukum-Nya yang pasti, “Maka sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” Asy-Syarh 5-6. Baru kemudian diikuti dengan dua perintah,“Jika kamu telah selesai melakukan suatu pekerjaan, maka lakukanlah pekerjaan yang lain dengan sungguh-sungguh. Dan hanya kepada Tuhanmu lah hendaknya kamu berharap”. Perintah pertama, “Fa idza faraghta fanshab”. Ada yang mempersempit makna ayat ini dengan mengartikannya, “Jika kamu telah melakukan satu ibadah maka lakukanlah ibadah yang lain dengan sungguh-sungguh”, dengan diberi contoh “setelah selesai shalat, berdzikir dan berdoalah. Selesai berdzikir dan berdoa, bacalah Al-Qur`an”. Baca Jangan Asal Kerja, Ini Pekerjaan Paling Baik Menurut Nabi Akan tetapi keumuman redaksi ayat ini harus dimaknai lebih luas, menyangkut semua aktivitas manusia, tidak terbatas pada ibadah mahdhah. Inti dari perintah pertama ini menurut hemat penulis adalah tuntunan kepada orang beriman agar “jangan biarkan waktu berlalu tanpa melakukan sesuatu yang berguna”. Dengan kata lain, melakukan pekerjaan yang melahirkan kebaikan-kebaikan, atau beramal saleh amilush-shalihat. Amal saleh juga jangan dipersempit artinya dengan ibadah mahdhah atau pekerjaan-pekerjaan “ukhrawi”, tapi mencakup semua pekerjaan, termasuk pekerjaan-pekerjaan “duniawi”. Dari kaidah “Fa idza faraghta fanshab” ini bisa diturunkan beberapa prinsip dalam praktik kehidupan, antara lain sebagai berikut. “Istirahat adalah ganti pekerjaan”. Seorang guru, sekadar contoh, setelah selesai mengajar di kelas, dia duduk di ruang guru mengoreksi pekerjaan siswa, setelah itu berbincang sejenak dengan rekan sesama guru atau membuka WhatsApp untuk bermedia sosial. Waktu yang tersisa digunakan untuk membuat persiapan mengajar, kemudian berjalan-jalan di sekitar gedung sekolah untuk meregangkan otot setelah duduk beberapa jam sambil menuju mushalla untuk melakukan shalat dhuha. Intinya, semua waktu digunakan untuk sesuatu yang berguna, tidak ada yang sia-sia. Bermedia sosial untuk tujuan memperoleh informasi dan silaturahmi juga pekerjaan yang berguna. Jalan-jalan untuk relaksasi juga pekerjaan yang berguna. Berbagai bentuk hiburan yang dibenarkan oleh syariat, seperti berolah raga, bermusik, berwisata, adalah juga bagian dari pekerjaan yang berguna, karena tujuan utamanya adalah re-kreasi, yaitu menghilangkan letih agar sesudah itu bisa menjalankan ibadah dan pekerjaan dalam keadaan segar dan bersemangat. Prinsip berikutnya adalah “jangan menunda pekerjaan”. Pekerjaan yang bisa dilakukan hari ini, jangan ditunda sampai besok. Nanti, nanti, nanti; besok, besok, besok; hanya ada dalam kamus para pemalas. Jangan menunda pekerjaan sampai kehabisan waktu, kehilangan kesempatan, atau kedaluwarsa. Menunda-nunda pekerjaan menyebabkan menumpuknya pekerjaan dan terbengkalainya pekerjaan. Menunda-nunda shalat sampai detik-detik terakhir atau injury time adalah kebiasaan yang buruk. Menunda-nunda bayar utang, termasuk utang puasa, bisa berakibat hilangnya kesempatan karena Ramadhan berikutnya telah tiba, apalagi kalau menyangkut hak-hak adami, hutang akan dibawa sampai hari kiamat. Nabi shallallahu alaihi wasallam mengingatkan kita semua “Gunakanlah lima hal sebelum datangnya lima hal masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, longgarmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu”. Al-Hakim. Giat Bekerja atau Berusaha Prinsip ketiga adalah “jangan pernah menganggur”. Yang dimaksud menganggur bukan tidak menjadi PNS, tidak kerja di perusahaan atau pabrik dan sejenisnya. Yang dimaksud menganggur adalah membiarkan waktu berlalu tanpa melakukan sesuatu yang berguna, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Ketika anda melakukan sesuatu meskipun tidak berbayar atau bergaji, tapi bermanfaat untuk diri sendiri dalam jangka pendek atau jangka panjang, bermanfaat bagi orang lain, banyak atau sedikit, maka anda tidaklah disebut penganggur. Jika anda tidak disibukkan oleh kegiatan yang berguna, maka anda pasti akan disibukkan oleh kegiatan yang berbahaya atau setidaknya tidak berguna. Di akhirat nanti setiap orang akan diminta pertanggung jawaban tentang untuk apa dihabiskannya umurnya. Adapun perintah kedua “Wa ila Rabbika farghab”, mengarahkan orang beriman agar menggantungkan harapannya hanya kepada Allah SWT. Hanya kepada Allah lah dia bersandar. Hanya kepada Allah lah dia berlindung. Karena hanya Allah lah tempat bersandar, penjamin harapan, pemberi perlindungan yang paling aman. Manusia akan tetap resah dan gelisah jika antara dirinya dengan Allah masih terhalang oleh tabir kebodohan dan ketidakpahaman terhadap Rabbnya. Siapa yang melupakan Allah, maka Allah akan membuat dia lupa kepada dirinya sendiri. Adakah manusia yang bisa mengelak atau bersembunyi dari Allah di hari perhitungan? Di hari itu, kepada siapa manusia minta perlindungan dari hukuman Allah? Tiada lain hanya kepada Allah juga. Allah SWT memberikan berbagai jaminan kepada hamba-Nya yang selalu mengingat-Nya, menyandarkan diri kepada-Nya, dan memohon perlindungan dari-Nya. “Ingatlah kepada-Ku, Aku akan mengingatmu” Al-Baqarah 152. “Jika kalian menolong agama Allah, Allah akan menolong kalian” Muhammad 7. “Berpeganglah pada Allah, Dialah Pelindungmu, sungguh Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong” Al-Haj 78. “Dia lah yang menurunkan ketenteraman ke dalam hati orang-orang agar iman mereka bertambah-tambah kuat” Al-Fath 4. Dan terdapat puluhan ayat lagi yang berisi jaminan Allah akan memberikan perlindungan, rasa aman, kecukupan hidup, dalam kehidupan dunia kepada orang-orang yang sungguh-sungguh beriman Baca Pekerjaan yang Baik Menurut Rasulullah Adapun jaminan Allah kepada orang-orang beriman yang istiqamah dengan imannya, dalam kehidupan akhirat, antara lain keringanan dalam sakaratul maut, “Yaitu orang-orang yang diwafatkan dalam keadaaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan kepada mereka selamat atas kalian, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan’” An-Nahl 32; janji surga, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Allah Tuhan kami, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan janganlah kalian merasa takut dan merasa sedih. Bergembiralah kalian dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian.” As-Shaffat 30; wajah bahagia berseri-seri, “Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhan merekalah mereka melihat” Al-Qiyamah 22-23, “Banyak muka pada hari itu berseri-seri tertawa dan gembira ria” Abasa 38-39. Ringkas kata, untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, modalnya cukup dengan terus menerus bekerja untuk kebaikan dan menggantungkan harapan hanya kepada Allah semata. [dutaislam/ka]
gantungkan harapan hanya kepada allah